Rabu, 31 Oktober 2012

Capital One Cup 2012: Chelsea Dan MU Siap Andalkan Pemain Muda

Ajang Balas Dendampun diusang pasukan biru. Mampukah pasukan Roberto The Mattio mengalahkan Pasukan Sir Alex Ferguson.
Ramires-Rooney
Chelsea dan Manchester United akankembali bersua di Capital One Cup 2012setelah beberapa hari lalu keduanya juga bertemu dalam sebuah partai yang sarat kontroversi di ajang liga. Namun bedanya, kedua klub nanti akan lebih mengandalkan para pemain muda dan lebih memilih mengistirahatkan beberapa pemain utama mereka.
Manajer United, Sir Alex Ferguson, dengan tegas menyatakan bahwa beberapa pemain muda yang membantu tim mengalahkan Newcastle United di babak sebelumnya akan kembali diturunkan. Nama-nama seperti Marnick Vermijl, Scott Wootton, dan Will Keane diprediksi akan mengisi starting line-up.
“Skuad yang bermain melawan Newcastle di babak sebelumnya akan bermain lagi nanti. Tentu saja kami ingin melaju sejauh mungkin di turnamen ini. Pertandingan besar seperti ini akan bagus bagi para pemain muda,” ucap Fergie.
Tak beda jauh dengan United, Roberto Di Matteo di kubu Chelsea juga menyatakan akan memainkan beberapa pemain muda yang jarang mendapat kesempatan dan memberi waktu istirahat bagi pemain andalannya.
Para pemain seperti Marko Marin, Lucas Piazon, Oriol Romeu, Cesar Azpilicueta, dan Ryan Bertrand akan diplot sebagai pemain inti. Pengecualian mungkin ada di bek sentral dimana Gary Cahill dan David Luiz akan tetap dimainkan sejak menit awal untuk mengawal Ross Turnbull di bawah mistar gawang The Blues.
“Mereka semua adalah pemain bagus dan masih muda serta masih memiliki kekurangan dari sisi pengalaman. Jadi akan menarik untuk melihat aksi mereka nanti,” ucap Di Matteo.
“Mereka semua telah menantikan saat-saat seperti ini. Mereka harus melangkah maju dan saya yakin mereka bisa berbuat yang terbaik untuk tim.”
Tim muda manakah yang akan menjadi pemenang dalam laga nanti? Jangan lupa untuk menyaksikannya dini hari nanti (1/11/2012) dan akan disiarkan RCTI pukul 02.45 WIB.

Penambah Napsu Makan Ikan Lele

Penambah Napsu Makan Ikan Lele - Temulawak, Apa itu temulawak ? untuk daeraha jawa memang pade menyebutnya Temulawak, tapi bila disunda maka namanya yaitu koneng gede, lainlagi dengan di daerah Madura yang menyebutnya temulabak.
Bagian yang sering dimanfaatkan dari temulawak ini adalah rimpangnnya yang suka dijadikan sebagai jamu tradisional godog, Temulawak memiliki kandungan 48-59,64 % zat tepung, dan juga mengandung 1,6-2,2 % kurkumin serta mengandung 1,48-1,63 % minyak asiri, temulawak juga dipercaya bisa meningkatkan kerja fungsi ginjal juga anti inflamasi selain itu masih banyak lagi manfaat lainnya yang terkandung pada temulawak ini. (Wikipedia : Temulawak)

Selain bermanfaat buat manusia ternyata temulawak ini sangat bagus untuk menambah napsu makan pada ikan lele yang kita budidayakan, nah bagi rekan-rekan budidaya yang ikan lelenya kurang napsu makan boleh juga mencoba herbal alami penambah napsumakan dari bahan temulawak ini.

Kita langsung saja kecara pembuatan serta cara mengaflikasikannya dan bahan-bahan yang perlu kita sediakan adalah sebagai berikut :

1. Sediakan temulawak sebanyak 0,2 Kg (2 ons)

Penambah napsu makan ikan
Temulawak

2. Sediakan Air hangat secukupnya atau sekitar 1/4 liter
Air hangat
Air Hangat

3. Saringan dan parutan 


Untuk cara pembuatan penambah napsu makan ikan lele dari bahan temulawak ini yaitu :
1. Temulawak yang tadi sudah kita persiapkan kita parut halus
2. Kita seduh temulawak yang tadi kita parut dengan air hangat
3. Setelah tercampur rata lalu kita peras temulawak tadi dengan menggunakan saringan

Untuk cara mengaflikasikannya yaitu dengan cara mencampurkan air perasan tadi kepakan pelet yang akan kita berikan pada ikan lele, usahakan setelah dibibiskan atau di campurkan dengan pakan pelet untuk mendiamkannya terlebih dahulu selama 5-10 menit agar sari temulawak meresap.

Itulah salah satu tanaman herbal temulawak yang dimanfaatkan untuk menambah nafsu makan ikan lele, semoga bermanfaat  dan jangan lupa untuk membaca artikel tentang Herbal untuk persiapan air kolam lele agar lele sehat dan selamat sampai panen. Trimakasih

Penyakit Ikan Lele dan Menghambat Penularan.

Penyakit Ikan Lele agar Tidak Menular

Terkadang ikan lele yang kita budidaya suka terserang penyakit yang sangat berbahaya yang dapat menyebabkan penyakitna menular, hal itu bisa disebabkan karena penangan air yang kurang baik atu juga bissa disebabkan faktor-faktor lain, dibawah ini saya tuliskan 10 cara untuk menghindari menularnya penyakit pada ikan lele. 

Penyakit Lele
Penyakit Lele
Untuk menghindari terjadinya penularan penyakit, maka hendaknya memperhatikan hal-hal sebagai berikut:
  1. Segera untuk memindahkan bilamana ada ikan lele yang menunjukan gejala terserang penyakit dan segera obati secara terpisah dari lele lainnya.
  2. Bila ada ikan lele yang sudah terlihat cukup parah dianjurkan segera dimusnahkan saja karena walaupun diobati dan dapat sembuh lele tersebut tidak akan normal pertumbuhannya.
  3. Awas jangan pernah melakukan pembuangan air limbah (bekas) lele yang terserang penyakit ke saluran air yang ada ikannya.
  4. Bila menggunakan kolam tanah dan terserang penyakit maka segeralah keringkan kolam, segera beri pengapuran. Untuk proses pengapuran rekan budidaya lele bisa menggunakan dosis 1kg untuk 1 meter/segi, usahakan menebar kapur sampai rata semua di dasar kolam, jangan di isi dulu air sampai tanah benar-benar kering dan retak-retak.
  5. Padat tebar di kolam yang terserang penyakit usahakan untuk dikurangi dari biasanya.
  6. Bila mau menggunakan peralatan seperti serok ataupun wadah maka usahakan untuk mencelupkannya terlebih dahulu kedalam larutan PK atau larutan kaporit, ini dimaksudkan agar peralatan yang kitagunakan tidak terkontaminasi alias sucihama.
  7. Bila kita habis memegang ikan lele yang terserang penyakit, usahakan untuk mencuci tangan kita dengan larutan PK
  8. Jangan lupa untuk dibiasakan membersihkan lumpur yang ada pada dasar kolam serta sisa-sisa bahan organik lainnya.
  9. Aturlah agar kolam selalu mendapatkan pasokan air baru yg bersih dari penyakit.
  10. Dan yang terpenting adalah meningkatkan gizi pakan yang kita berikan serta tambahkan pula vitamin agar ikan mempunyai daya tahan tubuh yang baik.
Oke itulah 10 poin dasar agar ikan lele yang kita budidayakan bila terserang penyakit tidak menular pada ikan lele lainnya. semoga tulisan ini bermanfaat, jangan lupa baca juga tentang 4 poin agar ikan lele tidak terserang penyakit dan tinggalkan komentarnya untuk menjadikan tulisan selanjutnya lebih baik lagi dan bermanfaat. trimakasih.

Rabu, 07 September 2011

Probiotik


PROBITIK


RANGKUMAN PENGETAHUAN UMUM SELAMA RISET KECIL-KECILAN di LAPANGAN (Laboratorium ALAMIAH)

“Semesta itu ada di dalam, bukan di luar”


Probiotik adalah Gabungan unsur dari beberapa Mikroba yang menguntungkan. Sudah lebih dari 20 tahun Probiotik digunakan dalam kehidupan manusia, namun masih sedikit sekali yang mengetahui bahwa banyak manfaat dari Probiotik. Hal terpenting dari sebuah ilmu adalah bukan saat dia ditemukan tetapi saat diaplikasi dan dipergunakan dalam kehidupan dan mempermudah dalam segala hal dan memperbaiki kehidupan itu sendiri.


Saya mencoba untuk mempraktekkan ujar-ujar orang tua bahwa ilmu dibagi akan semakin bertambah. Salah satunya adalah ttg Probiotik. Banyak Pakar yang bicara bahwa Probiotik tidak bisa sembarangan digandakan, tidak mudah untuk dikembangkan, dll. Tetapi hasil Riset kecil-kecilan  saya di Lapangan menunjukkan hasil sebaliknya.

Hal-hal yang bisa saya sampaikan adalah sebagai berikut:

1.     Probiotik tidak mengenal Kadaluarsa

Dibanyak Label Pupuk Organik dan Probiotik buat hewan atau budidaya ikan disebutkan bahwa Prebiotik ada kadaluarsa: 1 tahun – 2 tahun.

Nyatanya: TIDAK ADA KADALUARSA. Mikroba tidak mengenal kadaluarsa seperti makhluk hidup lainnya. Bahkan Mikroba dibekali kemampuan untuk membentuk spora dan mati suri saat kehabisan makanan dan jika makanan (feed organic) yang cocok buatnya ada kembali, maka mikroba akan membelah diri lagi dan memperbanyak dalam waktu yang sangat singkat.

2.     Probiotik tidak mudah digandakan

Sampai hari ini kepentingan bisnis membuat Paradigma yang keliru: Probiotik tidak mudah digandakan. Bagaimana itu bisa terjadi lha wong Mikroba itu adalah makhluk pengurai seperti cacing yang sudah ada jutaan tahun yang lalu dan sampai sekarang masih ada?....darimana mereka berasal selama ini? Kalau sulit digandakan, mikroba seharusnya sudah punah sejak lama.

Nyatanya: TIDAK SULIT DIGANDAKAN. Asalkan Feed organicnya cocok (dan Mikroba gak pernah kesulitan mendapatkan feed organic dari alam sekitar), Mikroba dapat membelah diri dan memperbanyak jumlah yang sangat mencengangkan dalam waktu yang sangat singkat. Bisa ratusan juta bahkan milyaran jumlahnya.

Feed organic atau bahasa sederhananya adalah makanan pokok yang dijadikan konsumsi Mikroba dalam memperbanyak diri. Jenis makanan itu bisa dari banyak sumber, antara lain:
-       Molases atau Limbah Tetes Tebu.
-       Gula Pasir/Gula Merah/Gula Batu
-       Blotong atau Limbah batang tebu
-       Terasi
-       Ikan busuk
-       Air kencing kelinci/sapi/kuda
-       Limbah Jamu
-       Limbah sayur-mayur
-       Limbah buah, dll
Banyak khan? Dan mudah didapat lagi.

Nah, kalau begitu bisa dong Probiotik diperbanyak sendiri?
Jawabannya BISA. Caranya yang biasa saya pakai adalah sebagai berikut:

Untuk membuat 1 liter Probiotik menjadi 20 liter Prebiotik (1 jerigen) adalah:

-       Biang Probiotik 1 liter
-       Molases 1-2 gelas
-       Terasi ¼ kg
-       Gula Pasir/Gula merah 1 kg
-       Air kencing kelinci 1 liter
-       Campurkan semua bahan ke dalam jerigen 20 liter dan kemudian isi air sampai jerigen tersebut penuh.
-       Tutup jerigen rapat-rapat dan diamkan selama 15 hari
-       Prebiotik sudh bisa dipergunakan. 20 liter…!!!

Kalau mau diperbanyak lagi, ulangi cara diatas dan pada akhirnya kita bisa membuat Probiotik dari 1 liter menjadi beribu-ribu liter sesuai kebutuhan kita. Percayalah, berhasil…!!! Saya sudah membuktikannya bertahun-tahun dan sudah mengaplikasikannya pada banyak hal. 


Gambar: Jerigen yang dipakai untuk menggandakan Probiotik

1.    Manfaat Probiotik


Probiotik selama ini dibuat bermacam-macam jenis dengan merk yang berbeda-beda dan harganya juga bervariasi. Ada yang memproduksi Probiotik buat Pupuk Pertanian, Probiotik buat Planter Tambak, Probiotik buat hewan rumenansia, Probiotik buat Unggas, bahkan ada yang menjual Probiotik buat manusia. Hehehehe…..

Nyatanya SAMA SAJA PROBIOTIKNYA. Ya itu-itulah….
Orang tua angkat saya seorang Doktor Pertanian. Beliau pernah ke Pabriknya dan pernah bertemu dengan seorang Profesor yang memproduksi Probiotik tersebut. Pada waktu orangtua angkat saya di rumah sang Profesor, orang tua angkat saya melihat ada beberapa merk terkenal di rumah yang Profesor pembuat Probiotik itu. Nyata benar bahwa itu ibarat 1 ceret/teko air kemudian dituangkan ke banyak gelas dengan banyak merk dan dijual di pasaran dengan variasi harga. Hahaha….

Jadi saya bisa katakan disini, bahwa Probiotik yang sudah bisa kita gandakan disini bisa dimanfaatkan untuk banyak macam, antara lain:
-       Sebagai Pupuk Organik pada tanah, perkebunan, pertanian
-       Sebagai Dekomposer/Pengurai sampah
-       Sebagai Penghilang Bau WC dan anti sedot WC
-       Sebagai Pembersih Porselen/keramik
-       Sebagai mikroba yang membantu proses pencernaan manusia dan hewan ternak
-       Sebagai Lulur wajah
-       Sebagai Campuran Kosmetika
-       Sebagai bahan pembantu Planter Tambak
-       Sebagai pengendali Amdal/Ipal
-       Dan lain-lain….

Dahsyat khan?......dan senangnya saat ini bisa kita perbanyak sendiri tidak perlu keluar banyak biaya untuk membelinya.




Gambar: Anggrek yang subur karena rajin disiram dengan Probiotik



Gambar: Tanaman Cabai merah di halaman rumah


PENGOBATAN HERBAL pada PENYAKIT IKAN


PENYAKIT IKAN, PENYEBAB & PENGOBATANNYA

Penyebab penyakit ikan golongan parasite

Penyakit ikan golongan parasit dibagi menjadi penyakit yang disebabkan oleh protozoa, helminthes (cacing), dan crustacea (udang-udangan). Parasit protozoa yang dilaporkan menyerang ikan air tawar antara lain meliputi Costia, Chilodonella, Trichodina, Ichthyophthirius multifiliis, Myxobolus dan Myxosoma cerebralis. Penyakit yang disebabkan oleh parasit cacing dapat dibagi menjadi 3 (tiga) kelompok besar yaitu Platyhelminthes, Nematoda, dan Acanthocephala. Di Indonesia dikenal antara lain 2 genus dari kelas Trematoda yang banyak ditemukan menyerang ikan air tawar yaitu Dactylogyrus dan Gyrodactylus. Walaupun masih ada jenis-jenis lain namun kedua jenis cacing tersebut di atas yang paling sering ditemukan pada ikan.

Penyebab penyakit ikan golongan jamur

Beberapa jenis penyakit jamur yang termasuk berbahaya untuk ikan antara lain adalah Aphanomyces, Branchiomyces, dan Ichthyophonus. Jamur yang paling sering ditemukan pada ikan air tawar adalah Saprolegnia sp. dan Achlya sp.

Penyebab penyakit ikan golongan bakteri

Beberapa jenis penyebab penyakit ikan golongan bakteri yang sering menimbulkan kerugian dalam usaha budidaya ikan antara lain meliputi Aeromonas hydrophila, Aeromonas salmonicida, Mycobacterium spp, Nocardia sp., Edwardsiella tarda, Edwardsiella ictaluri, Streptococcus spp., Pasteurella sp, Yersinia ruckeri, Pseudomonas sp. dan Streptomyces sp.

Penyebab penyakit ikan golongan virus

Beberapa jenis virus diketahui dapat menyerang ikan-ikan budidaya dan menimbulkan permasalahan yang serius antara lain Channel Catfish Virus Disease (CCVD), Spring Viraemia of Carp (SVC), Infectious Pancreatic Necrosis (IPN), Lymphocystis Disease (LD), Infectious Hematophoietic Necrosis (IHN), Viral Nervous Necrosis (VNN) dan Koi Herpes Virus (KHV).

PENCEGAHAN PENYAKIT IKAN

Pada prinsipnya pencegahan dapat ditinjau berbagai pendekatan lingkungan, inang dan pathogen. 

Pendekatan lingkungan dilakukan dengan menjaga kualitas air supaya tetap mendukung bagi kehidupan ikan, menjaga wadah budidaya tetap bersih dan sehat dan menghindari pengggantian air yang mendadak sehingga tidak menyebabkan ikan menjadi stress. Selain itu penggunaan probiotik/bioremediasi kini sudah banyak dilaksanakan.

Pendekatan inang dilakukan dengan cara penanganan ikan yang baik/tidak kasar, sehingga tidak mengakibatkan ikan menjadi luka/lecet dan tidak stress, pengaturan kepadatan ikan yang disesuaikan dengan ukuran ikan dan daya dukung lahan, pemberian pakan yang tepat mutu (mengandung bahan nutrisi yang diperlukan oleh ikan). Pakan yang diberikan harus sesuai dengan ukuran bukaan mulut ikan (tepat ukuran). Selain itu pemberian pakan harus tepat waktu pemberian artinya kapan waktu yang tepat untuk memberi pakan. Misalnya untuk ikan yang sifatnya nocturnal (misalnya ikan Lele) pakan porsi terbanyak sebaiknya diberikan pada waktu sore atau malam hari. Sedangkan bagi ikan yang non-nocturnal maka pakan bisa diberikan pagi, siang dan sedikit pada waktu sore hari. Guna menjaga kesehatan ikan juga dapat dilakukan dengan menimbulkan kekebalan ikan. Kekebalan pada ikan dapat dibedakan menjadi kekebalan yang specific (humoral) dan kekebalan non-specific (selular/cell-mediated immunity). Kekebalan spesifik artinya kekebalan yang dibentuk hanya efektif untuk mencegah terhadap suatu patogen tertentu. Misalnya pemberian vaksin anti Vibrio pada ikan maka kekebalan yang terbentuk hanya mampu untuk mencegah penyakit akibat infeksi bakteri Vibrio sp. Sedang kekebalan yang non-spesific adalah kekebalan yang dibentuk untuk sebagai anti dari berbagai infeksi. Kekebalan seperti ini biasa diproduksi dengan cara pemberian immunomodulator yaitu antara lain Vitamin C, Lypopolysaccharide (LPS), dan ?- glucan.

Pendekatan patogen, pada prinsipnya kita menjaga supaya virulensi patogen tidak meningkat. Virulensi patogen biasanya berkaitan erat dengan makin memburuknya lingkungan dan juga dengan derajat stres dari inangnya. Jadi supaya patogen tidak meningkat patogenitasnya kita harus menjaga agar kondisi lingkungan tidak semakin buruk dan menjaga agar inang tetap dalam keadaan kondisi yang prima. Kondisi lingkungan yang makin buruk akan memacu perkembangan patogen lebih meningkat.

Pada intinya, mencegah penyakit dapat dilakukan melalui a). Manajemen Budidaya secara menyeluruh, termasuk di dalamnya penerapan padat tebar yang disesuaikan dengan daya dukung lahan, melaksanakan b). Manajemen lingkungan dan c). Manajemen pakan. Manajemen lingkungan yang dimaksud adalah menjaga lingkungan perairan supaya selalu berada dalam kondisi yang kondusif bagi kehidupan ikan dan tidak banyak menimbulkan tekanan. Pakan yang diberikan pada ikan harus tepat mutu, tepat jumlah, tepat waktu pemberian dan tepat ukuran. 

PEMANFAATAN TANAMAN OBAT TRADISIONAL dalam pengendalian Penyakit Ikan

Salah satu alternatif penanggulangan penyakit ikan air tawar yang aman adalah dengan menggunakan tanaman obat. Bahan obat lain yang relatif lebih aman untuk lingkungan dan efektif dalam mengobati penyakit ikan dapat menggunakan bermacam-macam tanaman obat tradisional. Indonesia sebagai negara tropis memiliki kekayaan tanaman yang berpotensi menjadi obat. Banyak jenis tanaman yang mengandung senyawa yang bersifat antimikroba. Sejumlah tanaman mengandung senyawa bersifat bakterisidal (pembunuh bakteri), dan bakteristatik (penghambat pertumbuhan bakteri).

Dari beberapa percobaan, fitofarmaka terbukti efektif mengatasi penyakit ikan air tawar dan memiliki beberapa keuntungan, seperti : Pertama, dapat menjadi bahan alami pengganti antibiotik untuk pengendali penyakit yang disebabkan bakteri. Kedua, ramah terhadap lingkungan, mudah hancur/terurai, dan tidak menyebabkan residu pada ikan dan manusia.Ketiga, mudah diperoleh dan tersedia cukup banyak, keempat harganya ekonomis dan cukup murah.

Fitofarmaka yang dapat dijadikan pengganti antibiotik untuk mengatasi penyakit ikan air tawar adalahbawang putih (Allium sativum), dan daun ketapang (Termmalia cattapa). Hasil penelitian lainnya menginformasikan bahan lain yang dijadikan bahan antibiotik adalah daun sirih (Piper betle L), daun jambu biji (Psidium guajava L), jombang (Taraxacum officinale) dan daun sambiloto (Androgaphis paniculata). Daun sirih diketahui berdaya antioksidasi, antiseptik, bakterisida, dan fungisida. Tanaman sambiloto bersifat anti bakteri, sedangkan daun jambu biji selain bersifat anti bakteri juga bersifat anti viral.

Beberapa tanaman obat yang sudah ditelitI oleh peneliti dari BRKP DKP pada Tabel 1.

Tabel 1. Tanaman obat dan manfaatnya

No Jenis Tanaman Dosis Perlakuan Peruntukan/Khasiat

1).  Meniran



5000 mg/l
Rendam (5 jam)
Anti. Aeromonas hydrophila

2).  Kipahit



10.000 mg/l
Rendam (3 jam)
Anti. Mycobacteriosis

3). Daun Semboja



600-700mg/l
Rendam
Anti Aeromonas hydrophila

4). Sambiloto 200-300 mg/l



Rendam (lama)
Anti Aeromonas hydrophila
400 mg/l Rendam (lama) Meringankan KHV

Penelitian dengan tujuan untuk mendapatkan informasi tentang potensi ekstrak daun kipahit (Picrasma javanica) dalam penanggulangan penyakit “mycobacteriosis” pada ikan Gurame telah dilakukan di Laboratorium penyakit ikan Balai Riset Perikanan Budidaya Air Tawar, Bogor. Ekstrak daun kipahit secara invitro pada berbagai dosis diuji efektifitasnya terhadap bakteri Mycobacterium fortuitum. LC50 bakteri Mycobacterium fortuitum dan toksisitas ektrak daun juga diuji terhadap ikan uji. Kegunaan ekstrak daun juga diuji bagi pengobatan ikan Gurame yang telah diinfeksi oleh bakteri Mycobacterium fortuitum pada level 108 cfu/ml. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun kipahit pada level konsentrasi 10.000 mg/l dapat menghambat pertumbuhan bakteri uji, sedangkan perendaman ikan uji yang terinfeksi bakteri dengan dosis yang sama dengan lama perendaman 3 jam dapat digunakan untuk pengobatan penyakit Mycobacteriosis.

Penggunaan bahan-bahan alami digunakan untuk pengendalian jamur antara lain dapat menggunakan kunyit, bawang putih, daun sirih, daun pepaya dan brotowali. Bahan-bahan ini dapat berguna untuk membasmi penyakit jamur yang menempel pada tubuh ikan, walaupun dalam membasmi suatu penyakit dengan menggunakan bahan-bahan alami memiliki waktu yang lama. Kemudian dari ke-5 bahan-bahan alami yang dapat menyembuhkan penyakit jamur pada ikan yaitu bawang putih. Sumber lain menyampaikan informasi adanya manfaat dari tanaman alami untuk obat seperti pada Tabel 2.

Tabel 2. Tanaman obat dan manfaatnya

No. Jenis Tanaman Dosis Peruntukan/Khasiat

1. Bawang putih 25mg/l Obati serangan Aeromonas hydrophila pada ikan patin
2. Daun sirih 2gr/60ml Obati serangan Aeromonas hydrophila pada ikan lele
3. Daun jambu biji 0,2gr/60ml Obati serangan Aeromonas hydrophila pada ikan lele
4. Daun sambiloto 2gr/60ml Obati serangan Aeromonas hydrophila pada ikan lele
5. Daun jombang dan ketapang 60gr/l Obati serangan Aeromonas hydrophila pada ikan patin
(Zainal Abidin, 2005)

Daun Jombang.jpg
Ketapang.jpg





PENUTUP
Penggunaan tumbuhan obat tradisional dalam pencegahan dan pengobatan penyakit ikan memiliki kelebihan antara lain mudah diperoleh, murah, efektif untuk mencegah dan mengobati penyakit ikan, dan relatif aman bagi ikan, lingkungan, dan manusia yang mengonsumsinya (konsumer). Selain itu, kelebihan lainnya adalah tidak menimbulkan resistensi pada pathogen.

Selamat Mencoba…..!!!!


Beberapa Tips lainnya yang saya kutip dari beberapa sumber dan pengalaman rekan-rekan yang saya rangkum disini. Semoga bermanfaat.


Bawang putih

fungsi : pencegahan atau pengobatan penyakit bakteri
dosis : 10-20 gr/ kg pakan
aplikasi : tumbuk bawang putih, campurkan ke dalam telur ayam yg sdh di kocok terlebih dahulu lalu dicampur dengan pakan atau pelet. setelah dicampur rata, keringkan dgn pelet.

Kunyit








fungsi : pencegahan a/ pengobatan penyakit bakteri
dosis : 2,5 gr perasan kunyit/liter air
aplikasi : - tumbuk/blender kunyit, peras, lalu tambah air
- campurkan dalam pelet atau pakan. 

Ragi/Yeast




fungsi : pencegahan atau pengobatan penyakit bakteri
dosis : 0.1 - 1 % ragi roti dalam pakan
aplikasi : campurkan ke dalam telur ayam (sudah kocok) dan campur dgn pakan atau pele

Daun Sirih




fungsi : pencegahan atau pengobatan penyakit bakteri, parasit (8,3ppt) dan anti jamur
dosis : 2 gr/60 ml air
aplikasi : direbus dgn air,setelah dingin rendam ikan yg terkena penyakit

Daun pepaya




fungsi : pencegahan atau pengobatan penyakit bakteri
dosis : 2 gr/60 ml air
aplikasi : diremas lalu campur dgn air, rendam ikan yg terkena penyakit selama 24 jam

Buah Mengkudu


Fungsi : pencegahan atau pengobatan penyakit bakteri
Dosis : 5 buah / 10mtr2 luas kolam
Aplikasi : Buah Mengkudu diiris kecil-kecil, direndam dalam air probiotik 1 x 24 jam
               Ditebarkan ke kolam secara merata beserta air rendamannya.

Buah Mahkota Dewa



Fungsi : pencegahan atau pengobatan penyakit bakteri
Dosis   : 5 buah/ 10mtr2 luas kolam
Aplikasi : Kupas kulit buah mahkota dewa, jemur sampai kering. Rendam daun mahkota dewa yg kering dalam probiotik 1 x 24 jam dan tebarkan secara merata ke kolam beserta air rendamannya.

note:

aplikasi herbal dilakukan secara terus menerus dengan selang waktu 1 minggu
(1 minggu penggunaan dan 1 minggu tidak)
sebaiknya penggunaan obat herbal tidak hanya 1 jenis tetapi kombinasi dari bbrp jenis herbal
.

(diambil dari berbagai sumber)